Rabu, 30 September 2015

KOTA PROBOLINGGO




Kota probolinggo merupakan kota kecil yang berada di provinsi jawa timur. Kota ini terletak diantara kota pasuruan dan kota situbondo. Sebagai mana kota ini menjadi persimpangan atau penghubung antara kota pasuruan,  kabupaten jember, dan kota situbondo. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan kota ini menjadi persimpangan dari arah surabaya menuju ke kabupaten jember harus melewati kota probolinggo terlebih dahulu. Begitu juga jika dari arah banyuwangi menuju kota surabaya harus melewati kota probolinggo.
Kota probolinggo memiliki beberapa budaya yang unik seperti halnya :

1. Jaran Bodhag dan Jaran Kencak
Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhak” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui angka tahun yang pasti sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan dan dikenal oleh masyarakat kota Probolinggo, namun dari beberapa sumber diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh orang-orang kota Probolinggo pada zaman awal kemerdekaan.
Pada waktu itu orang-orang Probolinggo, terutama orang-orang pinggiran dan miskin mendambakan suatu seni pertunjukan. Seni pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat kota Probolinggo adalah “Jaran Kencak”, yakni kuda (jaran) yang “ngencak” (menari). “Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”, sejenis pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias dengan pakaian serta aksesoris lengkap.
Pada kalangan masyarakat miskin, yang karena kemiskinannya mereka tidak mampu memiliki atau menyewa kuda untuk “Jaran Kencak” ini, mereka membuat modifikasi Jaran Kencak dengan jaran (kuda) tiruan. Terbuat dari kayu menyerupai kepala kuda sampai leher, kemudian leher kuda kayu itu disambung dengan peralatan lengkap dengan aksesoris mirip “Jaran Kencak” asli, yang memungkinkan seseorang dapat berdiri di dalam dan dikelilingi aksesoris kuda. “Penunggang” kuda seolah-olah naik kuda, padahal ia berdiri dan berjalan (dengan kaki sendiri ) dengan menyangga leher kepala kuda lengkap dengan aksesorisnya sehingga dari jauh mirip orang yang naik “Jaran Kencak” itulah yang disebut dengan “Jaran Bodhag”.
Pada saat ini “Jaran Bodhak” masih populer di kalangan masyarakat kota Probolinggo. Dan kesenian ini biasanya digunakan untuk mengiringi dan mengarak acara hajatan, pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Menurut Bpk. Priyono bentuk penyajian kesenian ini adalah arak-arakan di jalan maupun di halaman rumah. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di mayarakat Probolinggo yang sampai sekarang masih aktif untuk mengadakan kegiatan pembinaan dan pementasan. Penyajian kesenian ini diiringi dengan musik tradisional yang terdiri dari kenong, gong, kendang, dan sronen. Jaran Bodhag dibawa oleh dua orang dengan sebutan janis dan penunggang jaran. Dalam penyajiannya juga ditampilkan tembang-tembang tradisi khas Jaran Bodhag dengan pakaian penuh gemerlapan, menarik, unik, yang didesain sendiri oleh pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya. Siapapun bisa naik Jaran Bodhag, karena gerakannya tidak rumit, tinggal mengikuti irama yang muncul dari musik kenong telo’. Keberadaan kesenian Jaran Bodhag ini merata diseluruh Kecamatan Kota Probolinggo.


2. Ludruk
Ludruk merupakan satu bentuk pementasan drama kehidupan yang disajikan dengan pendekatan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Lain halnya dengan kesenian ketoprak yang dalam penyajiannya menampilkan cerita legenda atau sejarah yang dikemas apik dengan memakai busana dan bahasa jawa, ludruk lebih mengedepankan cerita heroik dengan setting kebanyakan mengenai kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Ludruk tumbuh dan berkembang hampir di semua daerah di Jawa timur bagian timur, termasuk di daerah Probolinggo. Tampilan ludruk khas Probolinggo jelas memiliki perbedaan dibandingkan dengan ludruk-ludruk di Surabaya atau di daerah lainnya, yakni pada bahasa yang dipakai. Ludruk di Probolinggo menggunakan bahasa Jawa Ngoko yang dicampur dengan bahasa Madura Pesisiran, baik dalam bentuk kidungan ataupun dialog para pemainnya. Walaupun dari segi bahasa yang dipakai berbeda, tetapi dalam hal pakem masih memiliki cerita yang sama. Hanya di beberapa bagian atau adegan diselipkan adegan tambahan yang bercirikan Probolinggo. Dan kesenian ludruk ini sering ditemui pada acara-acara hajatan.
Menurut Drs. Priyono Ludruk merupakan Seni pertunjukan yang lebih menonjolkan drama kehidupan sehari hari dengan model garap lawakan, Walaupun Ludruk juga kadang membawakan cerita legenda dan sejarah, keberadaannya cukup mewarnai dan menjadi hiburan masyarakat yang menarik. Ludruk adalah kesenian tradisi yang masih hidup di kota Probolinggo, kesenian peran yang bisa menggunakan segala bahasa, jawa, madura, Indonesia atau inggris sekalipun, juga enak dan pantas-pantas saja ketika menggunakan bahasa campuran.

3. Ojung
Tradisi Ojung adalah tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung akan saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar.
Tradisi ini memang mirip dengan olahraga Pedang Hanggar, dimana warga diajak beradu teknik dan kemampuan saling memukul dengan menggunakan sebilah rotan. Terdapat aturan permainan dalam tradisi ini, yakni setiap pemain memiliki jatah memukul dan menangkis masing-masing 3 kali. Bagi siapa yang banyak mengenai lawannya ketika memukul maka dialah yang menang.
Tradisi ini memiliki tujuan untuk menghindari datangnya bencana alam atau tolak bala’ dan selalu diselenggarakan pada setiap tahun. Keunikan lainnya dari tradisi ini adalah sebelum acara dimulai, warga selalu melakukan ritual terlebih dahulu berupa permohonan do’a kepada yang Maha Kuasa, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ganjalan yang tidakdiinginkan.


4. Karapan Sapi Brujul
Karapan Sapi Brujul sebenarnya bermula dari keseharian petani membajak sawahnya. Kemudian dikembangkan menjadi perlombaan yang diadakan pada setiap musim tanam padi tiba. Karapan Sapi Brujul ini dilaksanakan di area persawahan.
Setiap sapi yang memenangkan perlombaan Karapan Sapi Brujul, dapat dipastikan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sehingga sapi yang mengikuti perlombaan ini dipastikan memiliki kualitas yang cukup baik. Tidak heran jika perlombaan ini sampai mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Karena antusias masyarakat yang cukup besar, Karapan Sapi Brujul ini dijadikan sebagai obyek wisata kota Probolinggo. Sekarang ini perlombaan ter-sebut tidak lagi dilaksanakan pada musim tanam padi saja, namun di luar musim tersebut juga sering diselenggarakan.


5. Karapan Kambing
Karapan Kambing, sebenarnya bermula dari sekedar menjadi obat kejenuhan dalam keseharian setelah menjalani kewajiban sebagai petani atau pedagang. Karapan Kambing ini merupakan perlombaan yang digelar setiap satu tahun sekali.
Sama seperti halnya karapan sapi, kambing-kambing ini menggunakan kaleles (rangka kayu yang diikatkan ke badan kambing), lalu kemudian diadu kecepatan dengan lawan pasangan lainnya. Dalam Karapan Kambing, kambing-kambing yang dilombakan tidak dibedakan berdasarkan ukurannya baik besar atau kecil. Semua kambing yang diperlombakan adalah kambing dengan jenis kelamin betina.
Ketika berada di arena perlombaan, kambing-kambing ini dilengkapi dengan beberapa peralatan. Beberapa peralatan yang digunakan diantaranya adalah jepitan telinga kambing, rekeng (sejenis bandulan tapi terpaku), kaleles, kalonongan (terbuat dari keleng kecil biasanya bekas dari korek api. Dan peralatan yang terpenting sebenarnya adalah balsam dan minyak angin. Karena pada beberapa bagian tubuh kambing akan dilumuri balsem dan minyak angin sehingga kambing tersebut akan merasakan kepanasan dan akan berlari kencang sekuat tenaga.
Ciri dari kambing karapan yang bagus terletak pada bentuk kepala yang cenderung kecil, badan lurus, pangkal kaki depan tampak besar, posisi badan seperti nungging, usia minimal 3 bulan dan belum beranak. Postur yang demikian sering menjadi pemenang dalam perlombaan karapan kambing ini.


6. Petik Laut
Tradisi Sya’banan. Tradisi ini berasal dari masyarakat yang bertujuan untuk menyambut hadirnya bulan puasa. Biasanya pada tanggal 15 bulan Sya’ban (15 hari sebelum bulan puasa tiba) masyarakat hadir dengan membawa makanan dan bersuka cita sambil duduk-duduk di tepian pantai menikmati panorama laut yang tertimpa sinar bulan purnama. Tradisi seperti ini sudah dilakukan oleh masyarakat setiap tahun. Sehubungan dengan tradisi itu diadakan lomba balap perahu (Petik Laut).
Setiap tahunnya para nelayan yang tergabung di dalam Paguyuban Nelayan selalu mengadakan kegiatan ritual yang telah ditetapkan menjadi event tahunan oleh Pemerintah Kota Probolinggo yaitu kegiatan Petik Laut ini. Kegiatan ini melambangkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh umat. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk tetap melestarikan budaya gotong-royong dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur sehingga menjadi tradisi di daerah sepanjang pesisiran pantai kota Probolinggo.

7. Perahu Hias
Lomba Perahu Hias merupakan tradisi masyarakat pesisiran pantai kota Probolinggo yang secara beriringan untuk berlomba menghias kapal atau perahu dengan bermacam-macam hiasan yang menarik. Lomba ini selalu mampu menarik minat para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini telah menjadi event tahunan dan diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi Kota Probolinggo pada tanggal 4 September.

Tak hanya budaya menjadi keindahan kota probolinggo namun terdapat berbagai macam makanan khas seperti :
1. Soto Kraksaan Khas Probolinggo
Makanan khas probolinggo yang pertama adalah soto kraksaan, yang menjadikan khasnya soto ini adalah bahan bumbunya yang berbeda pada umumnya, bahan daging ayam yang dipakai adalah ayam jantan dengan bumbu santan yang dilengkapi dengan serbuk kelapa yang disangrai, sebagai pelengkap Soto Kraksaan ini dilengkapi dengan irisan kentang yang di kukus di tambahkan kerupuk udang sebagai pelengkap. jika anda berkunjung ke krakasan anda dapat membelinya di utara Masjid Agung Ar-Raudlah dan di sebelah timur Rutan Kraksaan.

2. Nasi Glepungan Khas Probolinggo

Makanan khas probolingo yang ke dua adalah nasi glepungan, nasi ini dalam penyajianya terdapat lauk yang tradisional, dengan ragam olahan tradisional ada Ikan Asin, tempe dan tahu penyet, Lalapan, Sambel pedas, Nasi glepungan (Sari-sari jagung), smua di taruh di atas nasi dan siap untuk di santap.

3. Kepiting Olok Khas Probolinggo
Selanjutnya yang ke tiga adalah kepiting Olok, olo sendiri merupakan kepiting muda yang terdapar di pantai. untuk di jadikanya makanan khas kepiting muda ini diolah dan diberi campuran udang dan bumbu khas. yang kemudian dimasukkan lagi ke dalam cangkang kepiting yang berukuran besar. kepiting ini rasanya gurih karena kepiting ini kpiting muda.

4. Ketan Ketarok Khas Probolinggo
Makanan khas probolinggo yang ke empat adalah Ketan Ketarok, Kratok sendiri merupakan sejenis kacang koro, Kratok ini biasanya dimasak menjadi sayur lodeh atau dicampur dengan ketan. Dalam penyajiannya ketan kratok ditaburi dengan parutan kelapa dan juga cairan gula merah mungkin kalau di tempat lain bisa di sebut juruh. Ketan Kratok ini mempunyai rasa yang gurih sedikit asin juga ada manisnya karena ada gula merah yang akan membius lidah anda.

5. Anggur Prabu Bestari Khas Probolinggo
Anggur ini merupakan hasil alam yang menjadikan icon di probolinggo sebagai Kota Anggur. Sekitar dekade 80-an, budidaya anggur di probolinggo ini terdapat di sepanjang jalan Mastrip Desa Wonoasih, yang merupakan sentra anggur terbesar di Probolinggo. di sana terdapat ribuan pohon anggur yang dapat di panen. dalam segi kualitas anggur Probolinggo sendiri sangat unggul. juga terdapat banyak macam jenis yang beragam, biasanya anggur ini di jadikan minuman jus yang bisa menyegarkan tenggorokan di waktu siang hari.
http://makananindonesia-top.blogspot.co.id/2015/02/5-makanan-khas-probolinggo-yang-terkenal.html
6. Mangga manalagi dan aromanis
mangga adalah ciri khas terakhir dari kota probolinggo. Penduduk probolinggo hampir keseluruhan memiliki pohon mangga sehingga kota probolinggo juga disebut juga kota mangga. Mangga pada kota probolinggo terkenal manis dan memiliki daging buah yang tebal. Pada bulan agustus sampai dengan desember, probolinggo menjadi icon mangga dikarenakan pada bulan tersebut telah terjadi musim mangga.

Tidak hanya budaya dan makanan yang terdapat pada kota probolinggo. Kota kecil ini memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan keindahan alam yang terdapat di kota lain. Tak hanya di bali yang dapat memikat para wisatawan panca, probolinggo pun dapat memikatnya dengan keindahan alamnya. Keindahan alam tersebut ialah :
1. Pantai Bentar


Wisata Pantai Bentar merupakan salah satu wisata unggulan Probolinggo. Yang menarik di pantai ini adalah penampakan Hiu Tutul atau whale shark. Biasanya mereka muncul dan tampak pada bulan Januari - Maret. Cukup melihat dari pantai saja, bisa kelihatan kok, atau mungkin anda bisa menggunakan keker. Jaraknya sekitar 1 kilo dari bibir pantai. Konon hiu ini sedang bermigrasi dari Laut Australia sebab kalender cuaca.
2. Gunung Bromo
Gunung Bromo adalah gunung berapi yang sampai sekarang masih aktif, dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukan laut dan merupakan gunung paling terkenal sebagai obyek wisata Jawa Timur. Gunung Bromo berada di 4 wilayah yaitu wilayah kabupaten Probolinggo, kabupaten Malang Pasuruan dan Lumajang. Bentuk Gunung Bromo bertautan antara ngarai dan lembah dengan lautan pasir luas sekitar 10 km persegi.

Gunung Bromo mempunyai kawah bergaris tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Menurut masyarakat suku Tengger yang ada di sekitar gunung bromo, gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci. Dan setiap setahun sekali diadakan upacara Yadnya Kasada.

3. Gunung Argopuro

gunung Argopuro merupakan bekas dari gunung berapi aktif dengan ketinggian 3.088 Meter dan merupakan bagian dari gunung Iyang yang ada di Kabupaten Probolinggo. Gunung Argopuro mempunyai beberapa puncak, salah satunya puncaknya adalah puncak Rengganis. Selain daya tarik khas puncak gunung, terdapat juga situs peninggalan zaman purbakala yaitu teras berundak yang terdiri 3 komplek area dengan 5 bekas bangunan yang terdapatv di dalamanya.
4. Pulau Gili Ketapang



Pulau Gili Ketapang merupakan pulau di Selat Madura, jaraknya ± 8 km dari bibir pantai Probolinggo, dan mayoritas dihuni oleh Suku Madura. Gili yang berarti mengalir dan Ketapang adalah nama tempat tersebut. Pulau Gili Ketapang memiliki luas sekitar 68 hektar, dan dapat diakses melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga. Disini anda bisa snorkeling, menikmati indahnya pemandangan laut, ataupun melihat terumbu karang yang cantik. Dulu Pulau Gili Ketapang menyatu dengan Pulau Jawa, dan memisah setelah Gunung Semeru meletus dahsyat. Gili artinya mengalir, Ketapang adalah nama tempat tersebut.

5.  Ranu Segaran


Ranu Segaran atau yang biasa disebut Danau Segaran terletak di Desa Segaran, Kec. Tiris. Lama waktu yang ditempuh menuju Ranu Segaran sekitar 30 menit dari pusat kota Probolinggo. Disepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan pepohonan dan pegunungan. Air di Ranu Segaran sangat jernih dan alam sekitarnyapun masih asri.

6. Candi Jabung


Candi Jabung merupakan Candi Hindu peninggalan dari kerajaan Majapahit, yang terletak di Jabung, Paiton. Meski dari bata merah, candi Jabung mampu bertahan selama ratusan tahun. Aritektur Candi Jabung ini hampir serupa dengan Candi Bahal, Sumatra Utara. Candi Jabung berjarak  ± 5km dari Kraksan.
7. Air Panas Desa Tiris
tempat wisata di probolinggo lainnya yaitu pemandian air panas di Desa Tiris yang masih termasuk kompleks Ranu Segaran, sekitar 200 meter. Wisata Air Panas Desa Tiris ini masih alami, hanya tembok pemisah yang sangat sederhana. Terdapat air sungai jernih di sampingnya yang dangkal sekali. Di sekitar sungai ada pepohonan yang cukup rimbun dan pemandangan alam yang asri.

8. Air Terjun Madakaripura
Air terjun Madakaripura berada di Kecamatan Lumbang. Air terjun ini masih termasuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura ini berbentuk ceruk dengan perbukitan yang mengelilinginya, pada seluruh bidang tebingnya meneteskan air. Air Terjun Mandakaripura bisa di tuju dari kota Probolinggo atau dari Malang. Madakaripura bisa dicapai dari Probolinggo dengan menggunakan bus ke arah Tongas.






9. Arung Jeram Sungai Pekalen


Sungai Pekalen hanya sejauh 25 kilometer dari Probolinggo. Sungai ini memiliki pemandangan yang indah, di sungai pekalen ini Anda juga bisa bermain arung jeram. Sungai Pekalen ini mengalir di 3 kecamatan, yaitu Tiris, Maron dan kecamatan Gading.

Biasanya lokasi arung jeram yang menjadi arena olahraga rafting ini memanjang sejauh 29 km dan terbagi menjadi tiga zona yaitu sungai Pekalen Atas sejauh 12 km, sungai Pekalen Tengah sejauh 7 km, dan sungai Pekalen Bawah sejauh 10 km. Setiap masing-masing zona memiliki keistimewaan tersendiri. Di Pekalen Bawah mempunyai 32 jeram yang cukup menantang, Sementara Pekalen Atas memiliki 10 air terjun yang menguras adrenalin. Disini juga ada goa-goa kelelawar dan satwa liar di sepanjang perjalanan.

10. Danau Ronggojalu
Danau Ronggojalu ini selain dijadikan sebagai obyek wisata juga digu
nakan sebagai sarana air bersih dan industri untuk masyarakat Probolinggo. Danau Ronggojalu berada di kecamatan Tegalsiwalan. Mata air Danau Ronggojalu terbentuk dari bentukan alam dan mempunyai kapasitas 3000 liter per harinya. Dari volume air yang banyak dan jernih inilah, masyarakat Probolinggo memanfaatkan danau ini.

Ronggojalu juga digunakan sebagai sarana irigasi untuk sawah dan untuk kebutuhan air minum kota. Di Danau Ronggojalu ini terdapat kolam anak-anak, penyewaan ban dan beberapa warung makanan. Suasana yang sejuk dan hijau dengan udara yang bersih tentu akan sangat cocok jika danau Ronggojalu ini dijadikan area rekreasi keluarga.


Inilah kota kecil yaitu kota Probolinggo yang memiliki budaya, makanan serta keindahan alam yang luar biasa.jika anda dari arah kota Surabaya kea rah kabupaten jember atau sebaliknya maka berkunjunglah pada kota kami, yaitu kota Probolinggo . sekian terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar