Kota probolinggo merupakan kota
kecil yang berada di provinsi jawa timur. Kota ini terletak diantara kota
pasuruan dan kota situbondo. Sebagai mana kota ini menjadi persimpangan atau
penghubung antara kota pasuruan, kabupaten jember, dan kota situbondo.
Mengapa demikian, hal ini dikarenakan kota ini menjadi persimpangan dari arah
surabaya menuju ke kabupaten jember harus melewati kota probolinggo terlebih
dahulu. Begitu juga jika dari arah banyuwangi menuju kota surabaya harus
melewati kota probolinggo.
Kota probolinggo memiliki beberapa
budaya yang unik seperti halnya :
1. Jaran Bodhag dan Jaran Kencak
Jaran Bodhag dalam terminologi
bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhak” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur,
khususnya wilayah Timur) berarti wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui
angka tahun yang pasti sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan
dan dikenal oleh masyarakat kota Probolinggo, namun dari beberapa sumber
diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh orang-orang kota Probolinggo
pada zaman awal kemerdekaan.
Pada waktu itu orang-orang
Probolinggo, terutama orang-orang pinggiran dan miskin mendambakan suatu seni
pertunjukan. Seni pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat kota
Probolinggo adalah “Jaran Kencak”, yakni kuda (jaran) yang “ngencak” (menari).
“Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”, sejenis
pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias
dengan pakaian serta aksesoris lengkap.
Pada kalangan masyarakat miskin,
yang karena kemiskinannya mereka tidak mampu memiliki atau menyewa kuda untuk
“Jaran Kencak” ini, mereka membuat modifikasi Jaran Kencak dengan jaran (kuda)
tiruan. Terbuat dari kayu menyerupai kepala kuda sampai leher, kemudian leher
kuda kayu itu disambung dengan peralatan lengkap dengan aksesoris mirip “Jaran
Kencak” asli, yang memungkinkan seseorang dapat berdiri di dalam dan
dikelilingi aksesoris kuda. “Penunggang” kuda seolah-olah naik kuda, padahal ia
berdiri dan berjalan (dengan kaki sendiri ) dengan menyangga leher kepala kuda
lengkap dengan aksesorisnya sehingga dari jauh mirip orang yang naik “Jaran
Kencak” itulah yang disebut dengan “Jaran Bodhag”.
Pada saat ini “Jaran Bodhak” masih
populer di kalangan masyarakat kota Probolinggo. Dan kesenian ini biasanya
digunakan untuk mengiringi dan mengarak acara hajatan, pernikahan, khitanan,
dan sebagainya. Menurut Bpk. Priyono bentuk penyajian kesenian ini adalah
arak-arakan di jalan maupun di halaman rumah. Kesenian ini tumbuh dan
berkembang di mayarakat Probolinggo yang sampai sekarang masih aktif untuk
mengadakan kegiatan pembinaan dan pementasan. Penyajian kesenian ini diiringi
dengan musik tradisional yang terdiri dari kenong, gong, kendang, dan sronen.
Jaran Bodhag dibawa oleh dua orang dengan sebutan janis dan penunggang jaran.
Dalam penyajiannya juga ditampilkan tembang-tembang tradisi khas Jaran Bodhag
dengan pakaian penuh gemerlapan, menarik, unik, yang didesain sendiri oleh
pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya. Siapapun bisa naik Jaran Bodhag,
karena gerakannya tidak rumit, tinggal mengikuti irama yang muncul dari musik
kenong telo’. Keberadaan kesenian Jaran Bodhag ini merata diseluruh Kecamatan
Kota Probolinggo.
2. Ludruk
Ludruk merupakan satu bentuk
pementasan drama kehidupan yang disajikan dengan pendekatan kehidupan
sehari-hari masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Lain halnya dengan kesenian
ketoprak yang dalam penyajiannya menampilkan cerita legenda atau sejarah yang
dikemas apik dengan memakai busana dan bahasa jawa, ludruk lebih mengedepankan
cerita heroik dengan setting kebanyakan mengenai kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Ludruk tumbuh dan berkembang hampir
di semua daerah di Jawa timur bagian timur, termasuk di daerah Probolinggo.
Tampilan ludruk khas Probolinggo jelas memiliki perbedaan dibandingkan dengan
ludruk-ludruk di Surabaya atau di daerah lainnya, yakni pada bahasa yang
dipakai. Ludruk di Probolinggo menggunakan bahasa Jawa Ngoko yang dicampur
dengan bahasa Madura Pesisiran, baik dalam bentuk kidungan ataupun dialog para
pemainnya. Walaupun dari segi bahasa yang dipakai berbeda, tetapi dalam hal
pakem masih memiliki cerita yang sama. Hanya di beberapa bagian atau adegan
diselipkan adegan tambahan yang bercirikan Probolinggo. Dan kesenian ludruk ini
sering ditemui pada acara-acara hajatan.
Menurut Drs. Priyono Ludruk
merupakan Seni pertunjukan yang lebih menonjolkan drama kehidupan sehari hari
dengan model garap lawakan, Walaupun Ludruk juga kadang membawakan cerita
legenda dan sejarah, keberadaannya cukup mewarnai dan menjadi hiburan
masyarakat yang menarik. Ludruk adalah kesenian tradisi yang masih hidup di
kota Probolinggo, kesenian peran yang bisa menggunakan segala bahasa, jawa,
madura, Indonesia atau inggris sekalipun, juga enak dan pantas-pantas saja
ketika menggunakan bahasa campuran.
3. Ojung
Tradisi Ojung adalah tradisi saling
pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang.
Kedua peserta Ojung akan saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta
satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar.
Tradisi ini memang mirip dengan
olahraga Pedang Hanggar, dimana warga diajak beradu teknik dan kemampuan saling
memukul dengan menggunakan sebilah rotan. Terdapat aturan permainan dalam
tradisi ini, yakni setiap pemain memiliki jatah memukul dan menangkis
masing-masing 3 kali. Bagi siapa yang banyak mengenai lawannya ketika memukul
maka dialah yang menang.
Tradisi ini memiliki tujuan untuk
menghindari datangnya bencana alam atau tolak bala’ dan selalu diselenggarakan
pada setiap tahun. Keunikan lainnya dari tradisi ini adalah sebelum acara
dimulai, warga selalu melakukan ritual terlebih dahulu berupa permohonan do’a
kepada yang Maha Kuasa, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan
tanpa ganjalan yang tidakdiinginkan.
4. Karapan Sapi Brujul
Karapan Sapi Brujul sebenarnya
bermula dari keseharian petani membajak sawahnya. Kemudian dikembangkan menjadi
perlombaan yang diadakan pada setiap musim tanam padi tiba. Karapan Sapi Brujul
ini dilaksanakan di area persawahan.
Setiap sapi yang memenangkan
perlombaan Karapan Sapi Brujul, dapat dipastikan memiliki nilai jual yang
sangat tinggi. Sehingga sapi yang mengikuti perlombaan ini dipastikan memiliki
kualitas yang cukup baik. Tidak heran jika perlombaan ini sampai mengeluarkan
biaya yang cukup besar.
Karena antusias masyarakat yang
cukup besar, Karapan Sapi Brujul ini dijadikan sebagai obyek wisata kota
Probolinggo. Sekarang ini perlombaan ter-sebut tidak lagi dilaksanakan pada
musim tanam padi saja, namun di luar musim tersebut juga sering
diselenggarakan.
5. Karapan Kambing
Karapan Kambing, sebenarnya bermula dari
sekedar menjadi obat kejenuhan dalam keseharian setelah menjalani kewajiban
sebagai petani atau pedagang. Karapan Kambing ini merupakan perlombaan yang
digelar setiap satu tahun sekali.
Sama seperti halnya karapan sapi,
kambing-kambing ini menggunakan kaleles (rangka kayu yang diikatkan ke badan
kambing), lalu kemudian diadu kecepatan dengan lawan pasangan lainnya. Dalam
Karapan Kambing, kambing-kambing yang dilombakan tidak dibedakan berdasarkan
ukurannya baik besar atau kecil. Semua kambing yang diperlombakan adalah
kambing dengan jenis kelamin betina.
Ketika berada di arena perlombaan,
kambing-kambing ini dilengkapi dengan beberapa peralatan. Beberapa peralatan
yang digunakan diantaranya adalah jepitan telinga kambing, rekeng (sejenis
bandulan tapi terpaku), kaleles, kalonongan (terbuat dari keleng kecil biasanya
bekas dari korek api. Dan peralatan yang terpenting sebenarnya adalah balsam
dan minyak angin. Karena pada beberapa bagian tubuh kambing akan dilumuri
balsem dan minyak angin sehingga kambing tersebut akan merasakan kepanasan dan
akan berlari kencang sekuat tenaga.
Ciri dari kambing karapan yang bagus
terletak pada bentuk kepala yang cenderung kecil, badan lurus, pangkal kaki
depan tampak besar, posisi badan seperti nungging, usia minimal 3 bulan dan
belum beranak. Postur yang demikian sering menjadi pemenang dalam perlombaan
karapan kambing ini.
6. Petik Laut
Tradisi Sya’banan. Tradisi ini
berasal dari masyarakat yang bertujuan untuk menyambut hadirnya bulan puasa.
Biasanya pada tanggal 15 bulan Sya’ban (15 hari sebelum bulan puasa tiba)
masyarakat hadir dengan membawa makanan dan bersuka cita sambil duduk-duduk di
tepian pantai menikmati panorama laut yang tertimpa sinar bulan purnama.
Tradisi seperti ini sudah dilakukan oleh masyarakat setiap tahun. Sehubungan
dengan tradisi itu diadakan lomba balap perahu (Petik Laut).
Setiap tahunnya para nelayan yang
tergabung di dalam Paguyuban Nelayan selalu mengadakan kegiatan ritual yang
telah ditetapkan menjadi event tahunan oleh Pemerintah Kota Probolinggo yaitu
kegiatan Petik Laut ini. Kegiatan ini melambangkan ungkapan rasa syukur kepada
Tuhan YME atas rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh umat. Selain itu kegiatan
ini bertujuan untuk tetap melestarikan budaya gotong-royong dan kebersamaan
yang telah diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur sehingga menjadi
tradisi di daerah sepanjang pesisiran pantai kota Probolinggo.
7. Perahu Hias
Lomba Perahu Hias merupakan tradisi
masyarakat pesisiran pantai kota Probolinggo yang secara beriringan untuk
berlomba menghias kapal atau perahu dengan bermacam-macam hiasan yang menarik.
Lomba ini selalu mampu menarik minat para wisatawan baik wisatawan domestik
maupun mancanegara. Kegiatan ini telah menjadi event tahunan dan
diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi Kota Probolinggo pada tanggal 4
September.
Tak hanya budaya menjadi keindahan
kota probolinggo namun terdapat berbagai macam makanan khas seperti :
1. Soto Kraksaan Khas Probolinggo
Makanan
khas probolinggo yang pertama adalah soto kraksaan, yang menjadikan khasnya
soto ini adalah bahan bumbunya yang berbeda pada umumnya, bahan daging ayam
yang dipakai adalah ayam jantan dengan bumbu santan yang dilengkapi dengan
serbuk kelapa yang disangrai, sebagai pelengkap Soto Kraksaan ini dilengkapi
dengan irisan kentang yang di kukus di tambahkan kerupuk udang sebagai
pelengkap. jika anda berkunjung ke krakasan anda dapat membelinya di utara
Masjid Agung Ar-Raudlah dan di sebelah timur Rutan Kraksaan.
2. Nasi Glepungan Khas Probolinggo
2. Nasi Glepungan Khas Probolinggo
Makanan
khas probolingo yang ke dua adalah nasi glepungan, nasi ini dalam penyajianya
terdapat lauk yang tradisional, dengan ragam olahan tradisional ada Ikan Asin,
tempe dan tahu penyet, Lalapan, Sambel pedas, Nasi glepungan (Sari-sari
jagung), smua di taruh di atas nasi dan siap untuk di santap.
3.
Kepiting Olok Khas Probolinggo
Selanjutnya
yang ke tiga adalah kepiting Olok, olo sendiri merupakan kepiting muda yang
terdapar di pantai. untuk di jadikanya makanan khas kepiting muda ini diolah
dan diberi campuran udang dan bumbu khas. yang kemudian dimasukkan lagi ke
dalam cangkang kepiting yang berukuran besar. kepiting ini rasanya gurih karena
kepiting ini kpiting muda.
4. Ketan Ketarok Khas Probolinggo
4. Ketan Ketarok Khas Probolinggo
Makanan khas probolinggo yang ke empat adalah Ketan Ketarok,
Kratok sendiri merupakan sejenis kacang koro, Kratok ini biasanya dimasak
menjadi sayur lodeh atau dicampur dengan ketan. Dalam penyajiannya ketan kratok
ditaburi dengan parutan kelapa dan juga cairan gula merah mungkin kalau di tempat
lain bisa di sebut juruh. Ketan Kratok ini mempunyai rasa yang gurih
sedikit asin juga ada manisnya karena ada gula merah yang akan membius lidah
anda.
5. Anggur Prabu Bestari Khas Probolinggo
5. Anggur Prabu Bestari Khas Probolinggo
Anggur ini merupakan hasil alam yang
menjadikan icon di probolinggo sebagai Kota Anggur. Sekitar dekade 80-an,
budidaya anggur di probolinggo ini terdapat di sepanjang jalan Mastrip Desa
Wonoasih, yang merupakan sentra anggur terbesar di Probolinggo. di sana
terdapat ribuan pohon anggur yang dapat di panen. dalam segi kualitas anggur
Probolinggo sendiri sangat unggul. juga terdapat banyak macam jenis yang
beragam, biasanya anggur ini di jadikan minuman jus yang bisa menyegarkan
tenggorokan di waktu siang hari.
http://makananindonesia-top.blogspot.co.id/2015/02/5-makanan-khas-probolinggo-yang-terkenal.html
http://makananindonesia-top.blogspot.co.id/2015/02/5-makanan-khas-probolinggo-yang-terkenal.html
6. Mangga manalagi dan aromanis
mangga adalah ciri khas terakhir
dari kota probolinggo. Penduduk probolinggo hampir keseluruhan memiliki pohon
mangga sehingga kota probolinggo juga disebut juga kota mangga. Mangga pada kota
probolinggo terkenal manis dan memiliki daging buah yang tebal. Pada bulan
agustus sampai dengan desember, probolinggo menjadi icon mangga dikarenakan
pada bulan tersebut telah terjadi musim mangga.
Tidak hanya budaya dan makanan yang
terdapat pada kota probolinggo. Kota kecil ini memiliki keindahan alam yang tak
kalah dengan keindahan alam yang terdapat di kota lain. Tak hanya di bali yang
dapat memikat para wisatawan panca, probolinggo pun dapat memikatnya dengan
keindahan alamnya. Keindahan alam tersebut ialah :
1. Pantai Bentar
Wisata
Pantai Bentar merupakan salah satu wisata unggulan
Probolinggo.
Yang menarik di pantai ini adalah penampakan Hiu Tutul atau whale shark.
Biasanya mereka muncul dan tampak pada bulan Januari - Maret. Cukup melihat
dari pantai saja, bisa kelihatan kok, atau mungkin anda bisa menggunakan keker.
Jaraknya sekitar 1 kilo dari bibir pantai. Konon hiu ini sedang bermigrasi dari
Laut Australia sebab kalender cuaca.
2. Gunung
Bromo
|
Gunung
Bromo adalah gunung berapi yang sampai sekarang masih aktif, dengan ketinggian
2.392 meter di atas permukan laut dan merupakan gunung paling terkenal
sebagai obyek wisata Jawa Timur. Gunung Bromo berada di 4 wilayah yaitu
wilayah kabupaten Probolinggo, kabupaten Malang Pasuruan dan Lumajang. Bentuk
Gunung Bromo bertautan antara ngarai dan lembah dengan lautan pasir luas
sekitar 10 km persegi.
Gunung Bromo mempunyai kawah bergaris tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Menurut masyarakat suku Tengger yang ada di sekitar gunung bromo, gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci. Dan setiap setahun sekali diadakan upacara Yadnya Kasada.
3. Gunung
Argopuro
|
|
gunung
Argopuro merupakan bekas dari gunung berapi aktif dengan ketinggian 3.088
Meter dan merupakan bagian dari gunung Iyang yang ada di Kabupaten
Probolinggo. Gunung Argopuro mempunyai beberapa puncak, salah satunya
puncaknya adalah puncak Rengganis. Selain daya tarik khas puncak gunung,
terdapat juga situs peninggalan zaman purbakala yaitu teras berundak yang
terdiri 3 komplek area dengan 5 bekas bangunan yang terdapatv di dalamanya.
4. Pulau
Gili Ketapang
|
Pulau Gili
Ketapang merupakan pulau di Selat Madura, jaraknya ± 8 km dari bibir pantai
Probolinggo, dan mayoritas dihuni oleh Suku Madura. Gili yang berarti mengalir
dan Ketapang adalah nama tempat tersebut. Pulau Gili Ketapang memiliki luas
sekitar 68 hektar, dan dapat diakses melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga. Disini
anda bisa snorkeling, menikmati indahnya pemandangan laut, ataupun melihat
terumbu karang yang cantik. Dulu Pulau Gili Ketapang menyatu dengan Pulau Jawa,
dan memisah setelah Gunung Semeru meletus dahsyat. Gili artinya mengalir, Ketapang
adalah nama tempat tersebut.
5. Ranu Segaran
5. Ranu Segaran
Ranu
Segaran atau yang biasa disebut Danau Segaran terletak di Desa Segaran, Kec.
Tiris. Lama waktu yang ditempuh menuju Ranu Segaran sekitar 30 menit dari pusat
kota Probolinggo. Disepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan
pepohonan dan pegunungan. Air di Ranu Segaran sangat jernih dan alam
sekitarnyapun masih asri.
6. Candi
Jabung
Candi
Jabung merupakan Candi Hindu peninggalan dari kerajaan Majapahit, yang terletak
di Jabung, Paiton. Meski dari bata merah, candi Jabung mampu bertahan selama
ratusan tahun. Aritektur Candi Jabung ini hampir serupa dengan Candi Bahal,
Sumatra Utara. Candi Jabung berjarak ± 5km dari Kraksan.
7. Air
Panas Desa Tiris
tempat wisata di probolinggo lainnya yaitu pemandian air panas
di Desa Tiris yang masih termasuk kompleks Ranu Segaran, sekitar 200 meter.
Wisata Air Panas Desa Tiris ini masih alami, hanya tembok pemisah yang sangat
sederhana. Terdapat air sungai jernih di sampingnya yang dangkal sekali. Di
sekitar sungai ada pepohonan yang cukup rimbun dan pemandangan alam yang asri.
8. Air Terjun Madakaripura
8. Air Terjun Madakaripura
Air terjun
Madakaripura berada di Kecamatan Lumbang. Air terjun ini masih termasuk di
kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura ini
berbentuk ceruk dengan perbukitan yang mengelilinginya, pada seluruh bidang
tebingnya meneteskan air. Air Terjun Mandakaripura bisa di tuju dari kota
Probolinggo atau dari Malang. Madakaripura bisa dicapai dari Probolinggo dengan
menggunakan bus ke arah Tongas.
9. Arung
Jeram Sungai Pekalen
Sungai
Pekalen hanya sejauh 25 kilometer dari Probolinggo. Sungai ini memiliki
pemandangan yang indah, di sungai pekalen ini Anda juga bisa bermain arung
jeram. Sungai Pekalen ini mengalir di 3 kecamatan, yaitu Tiris, Maron dan
kecamatan Gading.
Biasanya lokasi arung jeram yang menjadi arena olahraga rafting ini memanjang sejauh 29 km dan terbagi menjadi tiga zona yaitu sungai Pekalen Atas sejauh 12 km, sungai Pekalen Tengah sejauh 7 km, dan sungai Pekalen Bawah sejauh 10 km. Setiap masing-masing zona memiliki keistimewaan tersendiri. Di Pekalen Bawah mempunyai 32 jeram yang cukup menantang, Sementara Pekalen Atas memiliki 10 air terjun yang menguras adrenalin. Disini juga ada goa-goa kelelawar dan satwa liar di sepanjang perjalanan.
10. Danau Ronggojalu
Biasanya lokasi arung jeram yang menjadi arena olahraga rafting ini memanjang sejauh 29 km dan terbagi menjadi tiga zona yaitu sungai Pekalen Atas sejauh 12 km, sungai Pekalen Tengah sejauh 7 km, dan sungai Pekalen Bawah sejauh 10 km. Setiap masing-masing zona memiliki keistimewaan tersendiri. Di Pekalen Bawah mempunyai 32 jeram yang cukup menantang, Sementara Pekalen Atas memiliki 10 air terjun yang menguras adrenalin. Disini juga ada goa-goa kelelawar dan satwa liar di sepanjang perjalanan.
10. Danau Ronggojalu
nakan sebagai sarana air bersih dan
industri untuk masyarakat Probolinggo. Danau Ronggojalu berada di kecamatan
Tegalsiwalan. Mata air Danau Ronggojalu terbentuk dari bentukan alam dan
mempunyai kapasitas 3000 liter per harinya. Dari volume air yang banyak dan
jernih inilah, masyarakat Probolinggo memanfaatkan danau ini.
Ronggojalu juga digunakan sebagai sarana irigasi untuk sawah dan untuk kebutuhan air minum kota. Di Danau Ronggojalu ini terdapat kolam anak-anak, penyewaan ban dan beberapa warung makanan. Suasana yang sejuk dan hijau dengan udara yang bersih tentu akan sangat cocok jika danau Ronggojalu ini dijadikan area rekreasi keluarga.
Ronggojalu juga digunakan sebagai sarana irigasi untuk sawah dan untuk kebutuhan air minum kota. Di Danau Ronggojalu ini terdapat kolam anak-anak, penyewaan ban dan beberapa warung makanan. Suasana yang sejuk dan hijau dengan udara yang bersih tentu akan sangat cocok jika danau Ronggojalu ini dijadikan area rekreasi keluarga.
Inilah kota kecil yaitu kota Probolinggo yang memiliki
budaya, makanan serta keindahan alam yang luar biasa.jika anda dari arah kota
Surabaya kea rah kabupaten jember atau sebaliknya maka berkunjunglah pada kota
kami, yaitu kota Probolinggo . sekian terima
kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar